Refleksi Tahun 2012 Dan Songsong 2013 Dengan Kepastian

Kita selalu menyalahkan takdir, selalu menyalahkan Allah, dan selalu menghakimi Allah dengan mengatakan :

(●""") "Sudah kehendak Allah"
(●""") "Sudah Suratan Allah"
(●""") "Sudah Diatur Allah"
(●""") "Sudah KetentuanNya"
(●""") "Sudah digariskanNya"
(●""") "Jodoh sudah diatur olehNya,,,,"
(●""") "Jodoh akan datang sendiri..."
(●""") "Allah nggak sayang karena nimpi'in masalah ke aku..."
(●""") "Pasrah aja dech...masih Ada Allah koq...!"
(●""") "Biarin ajalah,nasib dah kayak gini,Allah Maha Tau koq!"
(●""") "Dan bla,,,bla,,,blaa,,,pokoknya semua ke Allah deh...!!

Sahabat,,,Sesungguhnya kita telah menzalimi Allah,menzalimi diri sendiri, dan menzalimi orang lain dengan mengatakan demikian.

Kita masih belum berbuat maksimal, kita masih belum menemukan titik simpul dari masalah, kita masih berkutat kepada masalah, kita masih di vonis oleh diri sendiri, dan orang lain atau bahkan mungkin dari orangtua kita sendiri.

Ingat kisah Nabi Muhammad, tidak ada dia mengeluh model begini begitu...namun dia selalu berusaha dan berikhtiar sambil berdoa.

Kita cepat putus asa, kita cepat frustasi dengan keadaan, kita belum mencoba untuk melakukan yang benar menurut hati dan perasaan kita. Kita belum maksimal bermunajat kepada Allah, lalu kita memvonis Allah begitu saja.

Kita bisa bayangkan dan logikakan dalam hati, bagaimana Allah akan membantu kita sedangkan kita sendiri belum atau tidak berbuat maksimal dengan keadaan dan masalah dalam diri kita.

Kalau ada sesuatu yang ngganjal - ada masalah lagi, lari lagi, dan begitu seterusnya dan kemudian kita lalu memvonis Allah lagi...Duh..!! Kapan kita bisa eksis di hadapan Allah?

Kita diciptakan dengan AKAL yang SEHAT, bukan diciptakan dengan AKAL yang SAKIT. Kita pun bukan dibekali dengan NALURI atau INSTING tapi kita dibekali ALLAH dengan AKAL dan PIKIRAN supaya kita bisa berpikir, bisa menemukan masalah dan bisa mencapai masalah itu dengan bahagia.

Kita carikan jalan keluarnya, kita usahakan bermunajat kepada ALLAH setiiap malam, kita ikhtiar kemana-mana untuk mendapatkan solusi yang terbaik. Janganlah kita mengkambinghitamkan masalah. Karena masalah itu Allah datangkan kepada kita agar kita sabar dan tabah namun dengan cara tidak hanya menerima keadaan saja.

Gesitlah bertindak demi masa depan bersama, berusahalah untuk optimis, berusahalah untuk melakukan tindakan nyata, berusahalah untuk bijak untuk diri sendiri, jangan hukum diri kita dengan keadaan, jangan malu pada diri sendiri dan orang lain. Pada prinsipnya teman-teman kita pasti akan membantu.

Sekali lagi, refleksi kita di akhir tahun ini, semoga kita lebih agresif dalam membantu diri kita sendiri. Berupaya-lah lebih maksimal jangan hanya pasrah. Dengan kepasrahan, malahan kita akan dipilihkan oleh ALLAH dengan ketentuan yang tidak baik. Inikah yang kita dambakan...?? Sesuatu yang telah diberikan Allah dengan NILAI dan KADAR kebaikan dan kemantapan HATI kita, maka kita hendaknya berusaha maksimal menghadapinya dengan kemantapan hati dan pikiran.

Dalam Al-Quran sudah jelas dikatakan : 

Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum 
jika bukan kaum itu sendiri yang merubahnya[QS. Ar-Ra'du (13):11]


Masihkah kita ingin memvonis Allah dengan pernyataan-pernyataan di atas...???

0 Response to "Refleksi Tahun 2012 Dan Songsong 2013 Dengan Kepastian"