Featured Post Today
print this page
Latest Post

[Kisah Nyata] Kukira Mereka Pengemis ...!

Sepasang suami istri ini entah siapa namanya, beliau terlihat begitu berantakan dan sedikit kumal. Mohon maaf, bahkan terhirup bau tak sedap dari mereka, baunya bahkan membuat seorang Ibu yang awalnya duduk di dekatnya terpaksa harus keluar dari kereta dan muntah sejadi-jadinya,mungkin karena tidak tahan dengan baunya.

odoj
Foto: sepasang suami istri ketika saya naik kereta arah depok > Jakarta kota

Awalnya saya berfikir bahwa Ibu dan Bapak ini adalah seorang pengemis. Hingga Allah kembali menghentakkan hati saya dengan pembelajaran yang luar biasa pada hari itu.

Kali ini saya tidak akan bercerita mengenai bagaimana kisah cinta pasangan ini, ikatan cinta keduanya, bagaimana mereka bersama mengarungi masa-masa tua, dengan kisah-kisah romantis mereka, menikmati hidup bersama. Bukan kawan, bukan itu yang akan saya ceritakan, hal ini lebih dari itu, jauh lebih indah dari itu.

Sambil menikmati perjalanan ditemani sebungkus kentang goreng menunggu kereta tiba di Jakarta kota. Mataku tak hentinya memandangi sepasang suami istri tersebut. Sebenarnya saya merasa terganggu karena bau yang dibawa kedua orang tua itu sungguh sangat menyengat, tak dapat saya gambarkan baunya seperti apa, saya hanya dapat memastikan bahwa saat itu kepala saya sangat pusing akibat baunya.

Hingga datang seorang pemuda dengan gaya sangat stylish sambil menggunakan headset duduk tepat disamping bapak yang memakai baju putih.Sesaat ketika melihat pemuda itu perawakannya sangat mirip dengan teman saya di kampus Unhas,entah apa motivasi pemuda itu duduk tepat disamping bapak tersebut sedangkan setiap orang yang berada dalam gerbong kereta menjauhi sepasang suami istri itu karena baunya.

Hingga mulai terdengar pemuda itu menanyakan beberapa hal kepada bapak tersebut. Nama nya siapa Pak? Tinggal dimana? Mau kemana? Punya anak berapa?

Saat itu sungguh saya dibuat terkagum dengan perawakan pemuda itu, walaupun terlihat selengean (cuek) namun sungguh ia satu dari beberapa orang hebat yang pernah kemui selama ini. Banyak hal yang membuat saya yakin bahwa pemuda itu adalah orang yang hebat, namun tulisan saya kali ini tidak akan membahas seberapa hebat pemuda itu, kali ini tulisan saya akan fokus menceritakan kisah sepasang suami istri tersebut.

Kereta sebentar lagi tiba di stasiun gondangdia, kudengar dari percakapan pemuda dan bapak itu, Stasiun Gondangdia adalah stasiun tujuan pasangan suami istri itu.

Kulihat pemuda itu memasukkan tangannya kedalam tasnya dan mengambil beberapa uang berwarna merah(100.000 rupiah) dalam jumlah yang sangat banyak, sangat banyak saya tak tahu pastinya.

Dengan nada yang sangat sopan pemuda itu berkata :

“Pak, saya punya sedikit rejeki buat bapak dan Ibu mungkin bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup bapak dan Ibu beberapa hari kedepan”

Tahukah kawan, apa jawaban bapak itu? Beliau menjawab seperti ini.

“Sungguh agamaku melarangku menjadi seorang pengemis yang menengadahkan tangan menunggu bantuan uang dari si tuan kaya raya, kuyakin tuhanku maha kaya, sangat kaya. Saya tahu niat ananda adalah untuk membantu kami, dan sungguh saya yakin bahwa Allahlah yang telah mengirimmu kepada kami, namun mohon maaf nak saya tak bisa menerima itu, saya tak ingin sebuah kisah dari perjalanan perjuangan hidup kami mencari rezeki, terdapat sebuah kisah bahwa kami menerima uang dari orang lain dikarenakan kasihan dengan kondisi kami. Saya yakin nak, sebentar lagi Allah akan memberikan rezeki bagi kami dengan cara yang lebih baik dari ini, iya saya yakin sebentar lagi nak, sebentar lagi.”

Kemudian bapak itupun melangkahkan kakinya turun ke Stasiun Gondangdia bersama istrinya.

Semoga Allah memaafkan prasangka saya yang menganggap bapak dan Ibu itu adalah seorang pengemis. Sungguh mereka sebenar benarnya hamba Allah yang bertebaran di muka bumi dan mencari rezeki Allah layaknya seorang pahlawan.

Pengalaman ini sontak menambah keyakinan saya bahwa rezeki Allah sungguh sangat dekat kawan, ya sebentar lagi, sebentar lagi. Itu pesan si bapak tua.
Terima kasih banyak..

oleh
Wahyu Hidayat Ar Rasyid
Sumber : One Day One Juz (ODOJ)
SUMBER 
0 komentar

Main Ping Pong, Dapat Istri Cantik

Netizen di negeri Tirai Bambu digegerkan dengan kisah seorang pelajar yang sukses besar di Ukraina. Tak cuma itu yang membuat para netizen heboh. Mereka gemas, juga iri, karena Mei Aicai si pelajar, beruntung mendapat istri perempuan cantik dari negeri tetangga Rusia itu

Dapat Istri Bule Seksi Lewat Ping Pong, Lelaki Cina Ini Bikin Netizen Iri
ASIA ONE
Mei Aicai 
 
Dua belas tahun yang lalu, Mei Aicai bisa dibilang pelajar sekolah menengah atas (SMA) yang tak punya masa depan cerah. Pemuda itu hanya bisa mendapat nilai 320 dari total skor 750 dalam tes Gaokao, ujian penempatan kuliah bagi siswa lulusan SMA.

Namun, nasib baik kadang datang dari hal-hal yang tak terduga. Itu pula yang dialami Mei Aicai. Ternyata, masa depannya bukan di negeri asalnya, di Cina, melainkan nun jauh di negeri orang, Ukraina.

Adalah seorang rekan Mei yang mengajaknya untuk belajar ke Ukraina. Uniknya, saking lugu dan minimnya pengalaman, jangankan tahu Bahasa Rusia, bahasa yang dipakai di negeri itu, Mei awalnya bahkan mengira Ukraina adalah negara yang terletak di Benua Afrika.

Satu-satunya kalimat Rusia yang ia tahu saat berangkat adalah "Halo, saya ingin air". Sudah dapat diduga, Mei pun kesulitan berinteraksi dengan orang di negeri barunya. Ia menceritakan bagaimana sulitnya meminta gaya rambut yang ia inginkan di tukang pangkas rambut.

Jangan kira Mei adalah orang kaya. Orang tuanya hanya dari kelas pekerja biasa. Ia pergi ke Ukraina karena biaya kuliah di negeri itu tak jauh berbeda dari biaya kuliah di Cina. Ia harus membiasakan diri memasak untuk menghemat biaya makan, dan harus rela pergi ke warnet untuk chatting, melepas rindu dengan keluarganya di kampung halaman.

Satu tahun setelah mengikuti kursus persiapan kuliah, Mei mendaftar Sekolah Seni Rupa Karkov. Padahal, ia sama sekali tidak piawai menggambar. Alhasil, kuliahnya tidak serius dan hanya menghabiskan waktu bermain game.

Merasa tidak punya masa depan di bidang akademik, Mei mencoba serius bermain ping pong. Di situlah ia punya banyak teman orang Ukraina dan mulai fasih berbahasa Rusia. Mei ternyata berhasil di hobi barunya itu. Ia jadi juara tiga kompetisi ping pong di Universitas Karkov. Lewat ping pong pula, Mei bertemu dengan kekasih yang kemudian menjadi istrinya.
Kisah perjuangan hidupnya di Ukraina yang ia unggah ke internet dibaca oleh ratusan, bahkan jutaan orang. Sebagian besar pembaca memuji keberhasilannya menggaet seorang perempuan cantik Ukraina menjadi istrinya.

Berkat dukungan istrinyalah, Mei berhasil dalam bisnis yang ia bangun. Seperti tradisi orang Ukraina, sang istri menyematkan nama sang suami pada namanya. Mei Dasha, nama istri cantik Mei. Si perempuan cantik berambut merah itu masih duduk di bangku sekolah menengah atas ketika menikah dengan Mei karena berdasarkan undang-undang Ukraina, perempuan bisa menikah pada usia 17 tahun.

"Ia mungkin masih muda namun pandangannya sudah dewasa. Di sekolah, ia adalah siswa yang baik dengan nilai yang bagus. Di rumah, ia adalah istri yang baik, rajin merapikan rumah, memasak dan mencuci," kata Mei membanggakan sang istri.

Karena urusan rumah tangga sudah diambil alih sang istri, Mei bisa leluasa mengurus bisnisnya. Ia berhenti kerja sebagai pembuat animasi dan membangun usaha sendiri di bidang ekspor dan impor peralatan dan makanan.

"Beberapa orang berpikir saya sangat sukses, namun saya merasa kebahagiaan terbesar saya datang dari keluarga. Saya pulang ke rumah setiap hari tepat waktu untuk makan bersama istri saya, dan setelah itu kami berjalan-jalan. Saya rasa kehidupan ini sangat bahagia, dan tahun depan kami akan punya anak pertama kami," kata Mei.

Kisah Mei yang sebenarnya sudah beredar sejak beberapa tahun lalu ini baru ramai dibicarakan beberapa pekan belakangan. Berbagai komentar datang dari para netizen yang iri akan keberhasilan Mei di negeri orang. Berikut komentar-komentar unik dan lucu mereka.

"Saya akan pergi ke Kedutaan Besar Ukraina sore ini untuk mendapatkan visa," kata seorang netizen.

"Saya tidak mau jadi orang Cina lagi, saya mau jadi orang Ukraina," sahut lainnya.

"Salah satu cara untuk menguji kemampuan seorang lelaki adalah dengan melihat apakah dia mampu atau tidak menikahi seorang perempuan asing (dari Eropa atau Amerika). Perempuan Timur Tengah, Afrika, Asia Tenggara tidak masuk hitungan," sambar lainnya. (Asia One)


-------------


>>> Setiap ada perjuangan pasti mendatangkan hasil. 
 
>>> Jodoh, rezeki dan kematian hanya Allah-lah yang mempunyai Kuasa, namun sebagai insan, kita harus tetap berusaha dan berikhtiar

>>> Dimana langit dijunjung disitulah bumi dipijak. 

>>> Selagi masih mempunyai semangat untuk maju, segala rintangan dan halangan suatu saat akan membuahkan hasil

 
0 komentar

Bukti Ilmiah Kebenaran Al-Quran tentang Allah SWT Membelah Laut Merah Untuk Nabi Musa

Perpisahan dramatis Laut Merah untuk pelarian bani Israel (bangsa yahudi) adalah keajaiban yang paling spektakuler.

Seperti Firman Allah SWT di dalam Al-Quran:
Surat Al-Baqarah (2) ayat 50 :
"Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu (Nabi Musa) sehingga kamu (Nabi Musa dan Bani Israil) dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir'aun dan) pengikut-pengikut Fir'aun, sedang kamu menyaksikan".


Al-Quran, surat Yunus (10) ayat 90 :
Dan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut kemudian Fir'aun dan bala tentaranya mengikuti mereka untuk menzalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Fir'aun hampir tenggelam dia berkata, "Aku percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil dan aku termasuk orang-orang muslim (berserah diri)"

Analisis catatan arkeologi, pengukuran satelit dan peta memungkinkan para peneliti untuk memperkirakan aliran air dan kedalaman di lokasi 3.000 tahun yang lalu. Sekarang para ilmuwan percaya bahwa kisah Nabi Musa membelah laut itu memang benar-benar terjadi. 
Sebuah simulasi komputer menunjukkan bahwa angin timur yang kuat, meniup selama 12 jam dalam semalam, dapat mendorong air kembali ke perairan dangkal memungkinkan penyeberangan.
Simulasi Komputer
Musa dan bangsa Yahudi terjebak di antara laut dan pasukan Fir'aun. Berkat campur tangan Tuhan, angin timur yang kuat berhembus sepanjang malam, membelah air sehingga terbentuknya lintasan jalan dengan dinding air di sisi kiri dan kanannya. Hal ini membuat bangsa Yahudi dapat lolos dari kejaran bangsa Fir'aun dan tentaranya. Ketika Fir'aun dan bala tentaranya mencoba untuk mengejar, air datang menerjang dan menenggelamkan Fir'aun dan bala tentaranya.

Sebuah model komputer penggambaran laut digunakan untuk mensimulasikan dampak angin yang kencang terhadap perairan 1500 Meter dalamnya. Para ilmuwan menemukan bahwa angin timur yang berhembus dengan kecepatan 63 mil perjam selama 12 jam akan mendorong air kembali baik ke dalam danau dan saluran sungai. Hal ini akan menciptakan sebuah lintasan jalan sepanjang 2 mil dan selebar 3 mil yang berlangsung selama 4 jam. Air benar-benar terpisah dengan disertai adanya dinding air yang tinggi di kedua sisi lintasan jalan tersebut.
0 komentar

Langit Hampir Runtuh Ketika Ada Mengatakan Isa Anak Tuhan

JAKARTA (voa-islam.com) - Apakah kita kaum Muslim/Mukmin akan mengikuti langkah dan jejak mereka yang tidak menggunakan fitrah dan fungsi  Akal.  Sebagaimana sabda  Nabi yg mulya shallallahu alaihi wa sallam sebagai berikut :

Latatba’unna sunana man kaana qaoblakum syibron bi syibron wa dziroo’an bi dziroo’an hatta law dakholuu hujro dhobbin tabi’tumuuhum, qulnaa ya Rasulullah, al Yahuuda wa Nashooroo?...Qoola’ Fa ‘man. (HR.Bukhari.7320).

Yang artinya: Ummatku akan mengikuti  langkah dan jejak sunnahnya orang-orang terdahulu, walaupun sampai masuk kelobang DHOB (lobang biawak). Para sahabat bertanya, apakah yg dimaksud sunnahnya orang2 terdahulu itu adalah Yahudi dan Nashara, dan beliau menjawab’siapa lagi kalau bukan mereka’.


Langit Hampir Runtuh Ketika Ada Mengatakan Isa Anak Tuhan
Dan salah satunya dan hal ini yg paling munkar yaitu ikut memeriahkan dan merayakan” "NATAL". Padahal  telah ada FATWA dari MUI tahun 1984 larangan ikut memeriahkan dan merayakan NATAL bagi kaum Muslimin/Mukmin, sekalipun hanya sekedar memberikan ucapan Selamat Natal.

Bahkan  Imam Syafii rahaimahullah mengatakan, makanan dan buah-buahan, air minum dari perayaan natal tersebut adalah HARAM. Bahkan Buya Hamka lebih baik meletakan jabatannya sebagai Ketua MUI/mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua MUI, dari pada harus mencabut Fatwa tersebut,yang dipaksakan oleh penguasa pada saat itu untuk mencabut Fatwa MUI yang berkaitan dengan larangan Perayaan dan Ucapan Natal tersebut. Karena para Imam dan para Ulama tersebut sadar sesadar-sadarnya,  konsekwensinya akibat dari perbuatan tersebut, yaitu:

"Hampir saja langit pecah dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh (karena ucapan itu) karena mereka menganggap Allah Yang Maha Pengasih mempunyai anak”. (QS Maryam: 90-91)

Tidak bisa dibayangkan betapa dahsyatnya murka Allah karena menuduh Allah memiliki anak. Allah yang memiliki sifat mukhalafatu lil hawadits (berbeda dengan makhluk ciptaan-Nya) disamakan, menyerupai mahkluk-Nya yg lemah dan hina, yang justru diciptakan untuk menyembah dan beribadah kepada-Nya. QS.51/56

Untuk itu, Allah menegaskan dalam Alquran surat Al-Ikhlash ayat 3-4 ;  Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan-Nya.” 

Karena itu, menyamakan Allah Ta’ala dengan makhluk ciptaanNya , merupakan perbuatan yang sangat munkar NISTA dan TERCELA. 

Apalagi menganggap bahwa Dia Yang Maha Perkasa mempunyai anak, Laa Hawlaa walaa quwatta illaa bilaah……

Tidak ada Agama manapun selain "ISLAM"  yg me"MULYA"kan fitrah dan fungsi  kedudukan "AKAL”. 

Didalam al-Quran kalimat "ULUL ALBAB" disebutkan lebih dari 17 kali, yaitu: dalam surah al-Baqarah sebanyak 4 kali pada ayat.164, 179,197 dan 269, dalam surah Ali Imran sebanyak 2 kali, pada ayat 7 dan 190, kemudian dalam surah al-Maidah ayat 100, surah Yusuf ayat 111, surah ar-Ra'du ayat.22, surah Ibrahim ayat.52, surah Shad ayat 29 dan 43 dalam surah az.Zumar ayat.9,18,21 dalam surah al-Mu'min ayat.54, dan surah atThalaq ayat 10, dan lain sebaginya.

Sedangkan selain Agama Islam Akal dimatikan, mrk menyembah Makhluk yang tidak bisa memberikan Manfaat dan Mudharat seujung-kukupun. Bahkan mereka hinakan martabatnya sebagai  manusia lebih hina daripada binatang.(QS.7/179)

Bahkan binatang dijadikan sesembahan.QS.an-Najm/49. Padahal Allah Ta'ala telah menciptakan MANUSIA sesempurna-sempurna mahkluk yang Allah ciptakan, bahkan sebaik-baik kejadian.(QS.95/4) diantara seluruh kejadian "Makhluk Ciptaan Allah".

Padahal penciptaan langit, bumi dn alam semesta jagat raya ini lebih besar dan lebih dahsyat dr penciptaan manusia.QS.32/7-9. Mereka diluar Islam tidak menggunakan dan memanfaatkan fungsi dan fitrah Akal pemberian Allah tersebut.

Dan mereka tidak meng-Agung-kan Allah dengan peng-Agung-an yang semestinya. Padahal Bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit di-gulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari yang mereka persekutukan”.(QS.az.Zumar.67). "Dan  Allah murka kpd orang yg tidak menggunakan Akalnya" .(QS.10/100).

Dialog Mengucapkan Selamat Natal :

Muslim: "Bagaimana natalmu?"
David: "Baik, kau tidak mengucapkan selamat natal padaku??"

Muslim: "Tidak. Agama kami menghargai toleransi antar agama, termasuk agamamu. Tapi urusan ini, agama saya melarangnya..!!"
David: "Tapi kenapa?? Bukankah hanya sekedar kata2? Teman2 muslimku yg lain mengucapkannya padaku??"

Muslim: "Mungkin mereka belum mengetahuinya, David. Bisakah kau mengucapkan dua kalimat Syahadat?"
David: "Oh tidak, saya tidak bisa mengucapkannya... Itu akan mengganggu kepercayaan saya..!"

Muslim: "Kenapa?? Bukankah hanya kata2? Ayo, ucapkanlah..!!"
David: "Sekarang, saya mengerti.."

Inilah yg menyebabkan Buya Hamka memilih meninggalkan jabatan dunia sebagai Ketua MUI ketika didesak pemerintah utk membatalkan "FATWA BATHIL mengucapkan Selamat Natal" yang meskipun anggapan HANYA BERUPA kata-kata keakraban/toleransi.

Namun disisi Allah nilainya justru menunjukkan kerendahan aqidah seorang hamba yg tidak faham / tidak mau mengerti akan konsep ilmu agama yang disisi lain faham akan ilmu-ilmu umum yg sifatnya tiada kekal, tak berimbas akan keselamatan akhiratnya yg abadi.

In memoriam Buya Hamka, dan bila membaca informasi ini bisa disampaikan kepada seluruh kaum Muslimin/Mukminin, agar aqidah mereka selamat, dan ini sudah merupakan da'wah kepaeda banyak orang.Selamatkan akidah saudara kita yg lain sbgmana kita ingin diselamatkan jika ada yang salah.

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.(QS : al-Maidah 72)
 

1 (satu) Bukti Jesus bukan Tuhan menurut Al-Kitab dan Al-Qur'an Masih banyak bukti lainnya. Sumber H. Ihsan L.S. Mokoginta

Matius 1: 1 - 25:

1:1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
1:2 Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
1:3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,
1:4 Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,
1:5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,
1:6 Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,
1:7 Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,
1:8 Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia,
1:9 Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia,
1:10 Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia,
1:11 Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.
1:12 Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,
1:13 Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,
1:14 Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,
1:15 Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,
1:16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
1:17 Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.
1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.
1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
1:25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.
Sebenarnya sislilah Yesus (Nabi Isa AS) hanya bisa dinisbatkan kepada ibunya Maryam karena kelahiran beliau tidak melalui hubungan biologis. Yesus (Nabi Isa AS) lahir dari kalamullah maka lebih pantas disebut Yesus atau Isa putra Maryam bukannya Isa atau Yesus bin Yusuf..Karena ia dilahirkan oleh manusia maka Ia 100 pct Manusia bukan Tuhan.

Yang namanya Tuhan (Allah) mustahil bersilsilah. Dia tidak berawal dan berakhir maka kesimpulannya sebagai berikut:

1. Setiap yang bersilsilah pasti dia bukan Tuhan. 2. Yesus bersilsilah berarti Yesus bukan Tuhan

Firman Allah SWT menjelaskan:

"Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." – (QS.Al-Hadiid 57:3)

Ayat tersebut menjelaskan hanya Allah saja yang ridak berawal dan berakhir sementara Yesus (Nabi Isa AS) berawal dan berakhir dengan kematiannya.

1. Setiap yang berawal dan berakhir pasti bukan Tuhan. 2. Yesus berawal dan berakhir, berarti Yesus bukan Tuhan.

Memang Isa bukan Tuhan. Sungguh kesesatan yang nyata, tapi begitu banyak orang yang mengikutinya. Maka tinggalkan kesesatan dari musyrikin itu. Wallahu'alam.
Abimantrono Anwar. SUMBER

0 komentar

Ribuan Malaikat Berdoa Untuk Orang Yang Dihina

Suatu hari, Rasulullah SAW bertamu ke rumah Abu Bakar Ash-Shidiq. Ketika bercengkrama dengan Rasulullah, tiba-tiba datang seorang Arab Badui menemui Abu Bakar dan langsung mencela Abu Bakar. Makian, kata-kata kotor keluar dari mulut orang itu. Namun, Abu Bakar tidak menghiraukannya. Ia melanjutkan perbincangan dengan Rasulullah. Melihat hal ini, Rasulullah tersenyum.

Ilustrasi : Google
Kemudian, orang Arab Badui itu kembali memaki Abu Bakar. Kali ini, makian dan hinaannya lebih kasar. Namun, dengan keimanan yang kokoh serta kesabarannya, Abu Bakar tetap membiarkan orang tersebut. Rasulullah kembali memberikan senyum.

Semakin marahlah orang Arab Badui tersebut. Untuk ketiga kalinya, ia mencerca Abu Bakar dengan makian yang lebih menyakitkan. Kali ini, selaku manusia biasa yang memiliki hawa nafsu, Abu Bakar tidak dapat menahan amarahnya. Dibalasnya makian orang Arab Badui tersebut dengan makian pula. Terjadilah perang mulut. Seketika itu, Rasulullah beranjak dari tempat duduknya. Ia meninggalkan Abu Bakar tanpa mengucapkan salam.

Melihat hal ini, selaku tuan rumah, Abu Bakar tersadar dan menjadi bingung. Dikejarnya Rasulullah yang sudah sampai halaman rumah. Kemudian Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, janganlah Anda biarkan aku dalam kebingungan yang sangat. Jika aku berbuat kesalahan, jelaskan kesalahanku!”

Rasulullah menjawab, “Sewaktu ada seorang Arab Badui datang dengan membawa kemarahan serta fitnaan lalu mencelamu, kulihat tenang, diam dan engkau tidak membalas, aku bangga melihat engkau orang yang kuat mengahadapi tantangan, menghadapi fitnah, kuat menghadapi cacian, dan aku tersenyum karena ribuan malaikat di sekelilingmu mendoakan dan memohonkan ampun kepadamu, kepada Allah SWT.”

Begitu pun yang kedua kali, ketika ia mencelamu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya. Oleh sebab itu, aku tersenyum. Namun, ketika kali ketiga ia mencelamu dan engkau menanggapinya, dan engkau membalasnya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu.

Hadirlah iblis di sisimu. Oleh karena itu, aku tidak ingin berdekatan dengan kamu aku tidak ingin berdekatan dengannya, dan aku tidak memberikan salam kepadanya.

Setelah itu menangislah abu bakar ketika diberitahu tentang rahasia kesabaran bahwa itu adalah kemuliaan yang terselubung.

0 komentar

[Kisah Nyata] Istri Rela Jadi Cleaning Service di RS Padahal Dia Dokter

Istri yang setia adalah istri yang tetap mendampingi suami di kala suka dan duka. Senantiasa memberikan dukungan kepada suami, baik segi moril maupun materi. Saya beruntung sekali bertemu dengan sosok istri yang sangat luar biasa. Istri yang mendukung penuh karier suaminya, bahkan sampai mengesampingkan kariernya sendiri.

 


Bu Aryo, begitulah beliau dipanggil, karena bersuamikan Pak Aryo. Ketika pertama kali berjumpa dengannya, saya langsung menebak kalau beliau berasal dari keluarga berada. Walaupun berasal dari kalangan atas, Bu Aryo jauh dari sikap sombong. Bawaannya ramah dan senang menolong. Bu Aryo senang bercerita apa saja. Saya pun betah berlama-lama ngobrol dengannya.


Ketika keluarga kami mendapat ujian berat, Bu Aryo tampil memberi semangat. Beasiswa suami saya habis, padahal baru semester 4. Perjalanan masih panjang. Rasanya ingin pulang saja ke tanah air. Nasihat dan cerita Bu Aryo-lah yang membuat kami bertahan.

Bu Aryo ini adalah seorang dokter. Beliau sempat menjadi dokter pribadi di hotel bintang lima. Bu Aryo rela meninggalkan puncak kariernya, ketika sang suami melanjutkan studi ke Inggris. Bu Aryo mendampingi suami di luar negri, walaupun dengan resiko kehilangan pekerjaan.

Ternyata di sana keluarga Bu Aryo mendapat ujian dalam hal ekonomi. Beasiswa suaminya terhambat, sehingga Bu Aryo harus pontang-panting mencari penghasilan tambahan. Bu Aryo memberanikan diri melamar menjadi dokter di rumah sakit, namun ditolak. Bingung bukan kepalang yang dirasakan Bu Aryo. Di tengah kebingungan itu, Bu Aryo mendapat tawaran untuk bekerja di rumah sakit, tapi bukan sebagai dokter, melainkan cleaning servis. Bu Aryo pun menerima tawaran pekerjaan itu dengan senang hati. Maka setiap pagi Bu Aryo bersama suami bekerja di rumah sakit sebagai cleaning servis. Bisa dibayangkan, bagaimana perasaan Bu Aryo saat itu. Seorang dokter ternama harus bekerja membersihkan toilet. Tapi semua perasaan tidak enak diabaikan Bu Aryo. Baginya, suami selesai setudi lebih penting dari gengsi yang harus dijaga.

Pengorbanan Bu Aryo tidak sampai di situ. Ia pun masih mengambil pekerjaan lain agar asap dapur tetap mengepul. Bu Aryo mengambil pekerjaan sebagai Loly Pop Lady. Tugasnya membantu anak-anak sekolah menyebrang jalan. Bu Aryo harus menggunakan kostum khusus seperti badut.

Jerih payah Bu Aryo tidak sia-sia, suaminya berhasil menyelesaikan kuliah dan pulang ke tanah air dengan membawa gelar. Bu Aryo memberi bukti bahwa dibalik kesuksesan seorang suami ada pengorbanan seorang istri.
 
 Sumber: metiiherawati

Sumber :
0 komentar

Engkaulah Suami yang Tidak Tahu Berbalas Budi

“SUNGGUH aku tidak mampu bersabar lagi dengan sikapmu suamiku. Sudah 4 tahun kita menikah, empat tahun pula sikapmu tidak pernah berubah terhadapku bila ibumu berada di sekitar kita,” ucap seorang istri menumpahkan rasa gundahnya kepada sang suami di suatu malam.

Mereka baru saja pulang dari rumah sang mertua dan mendapati betapa kehadirannya diacuhkan oleh suaminya sama persis dengan yang dilakukan seumur pernikahannya.

tangan cincin

“Ada apa istriku? Sikap apa yang kulakukan hingga engkau terlihat sedih dan gundah serta membenciku?” tanya sang suami.

“Jangan pura-pura tidak tahu. Sudah empat tahun kita menikah, tidak pernah sekalipun engkau mengizinkanku memasak bila ibu atau ayahmu berada di dekat kita. Bila ibumu datang, engkau berpesan bawalah makanan dari rumah karena engkau merindukan masakan ibumu. 

Bila kita berkunjung kesana, engkau pun berpesan kepadaku agar tidak memasak kecuali apa-apa yang di minta bantu oleh ibumu. Namun lihatlah! Bila ibumu dan ayahmu tidak berada di sampingmu, engkau selalu merengek meminta dimasakkan makanan kesukaanimu. 

Padahal engkau tahu aku hanya memasak demimu saja, karena aku tidak menyukai masakan yang engkau sukai. Aku tidak suka ikan, aku juga tidak suka dengan sayur kegemaranmu. Lalu mengapa engkau terkesan menganggap aku tidak pantas memasak untukmu juga ketika ibumu dan ayahmu berada di sekitarku?”

“Aku tidak bermaksud seperti itu istriku. Sungguh aku sangat bersyukur kepada Allah dan berterimakasih dengan kebaikanmu. Dan engkau dapat temukan aku adalah suami yang tidak pernah memburukkanmu di depan kedua orangtuaku.”

“Lalu mengapa engkau bersikap seolah-olah aku tidak ada ketika ibumu ada?”
Sang suami menarik nafas panjang. Diam dan memilih tidak melanjutkan percakapan ini.
“Demi Allah, kalau engkau tidak menjawab apa maksud perbuatanmu, maka aku akan mengadukan prilakumu kepada Allah!”

“Wahai istriku, sungguh aku tidak ingin mengatakan sebab aku selalu menahanmu memasak ketika ibu dan ayahku berada di sisiku. Namun bila engkau sudah berniat mendengarnya maka ketahuilah aku melakukannya karena menyayangimu.”

“Menyayangiku bagaimana? Engkau malah menampakkan kesan seolah-olah aku tidak pantas memasak untukmu dan kedua orangtuamu.”

“Bukan itu maksud yang sebenarnya. Namun ketahuilah aku menyayangimu dan berusaha menyelamatkanmu dari prasangka buruk.”

“Prasangka buruk yang mana lagi? Aku dekat dengan ibumu selayak aku dekat dengan ibuku sendiri. Malah dengan tidak mengizinkan aku memasak demimu dan mereka aku terkesan seorang istri yang manja.”

“Baiklah, bila engkau memaksa tahu. Sebenarnya aku sangat bersyukur dan berterimakasih engkau telah rela memasak demiku setiap harinya. Masakan yang engkau tidak pernah memakannya karena engkau sendiri tidak terbiasa memakannya. Setiap engkau melihat ikan segar, engkau menjadi mual, namun engkau paksakan juga menyiapkannya untuk dimasak karena engkau menyayangiku.”

“Setiap engkau memasaknya, akupun memakannya hingga tidak bersisa. Namun ketahuilah sayang, sebagaimana engkau sabar dengan keinginanku akan masakan tersebut, aku juga sebenarnya juga sering bersabar dengan masakanmu.”

“Sungguh, masakanmu kerap tidak berasa kuahnya, tidak matang dagingnya, tidak meresap bumbunya. Namun aku tahu betapa besar pengorbananmu dalam memasaknya. Maka tidak pernah sekalipun aku berusaha mengatakan kekurangan itu padamu. Sebab walaupun aku mengatakannya, engkau tidak dapat merasakannya karena engkau sulit mencicipinya.”

“Aku semestinya bersyukur sekaligus bersabar dengan masakanmu sebagaimana engkau bersyukur dan bersabar dengan keinginanku.”

“Namun hal ini menjadi lain bila ibu berada disampingku. Aku ingin menjaga prasangka ibu kepadamu agar selalu dalam kebaikan. Aku membayangkan bagaimana reaksi ibu bila mencicipi masakanmu. Mungkin beliau akan terkejut lalu menasehatimu. Namun engkau akan merasa perkataan ibu tidak masuk akal karena selama ini aku memakan masakanmu tanpa pernah sekalipun berkeluh kesah. Maka boleh jadi engkau akan memprasangkai ibu dan ibu pun mengira engkau tidak tulus dalam memasak untukku.”

“Maka aku mencari jalan alternatif yang sama-sama membahagiakan. Ibu sangat bahagia bila aku meminta beliau memasak kepadaku. Ibu manapun akan senang diminta masak oleh anaknya. Termasuk ibuku. Itu bentuk kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.”

“Engkau juga terbebas dari segala macam prasangka. Ibu tidak akan berprasangka buruk atas masakanmu tidaklah karena aku memintanya sendiri tanpa mengeluhkan masakanmu. Aku berusaha menyelamatkanmu dan menyelamatkan ibu. Kedua perempuan yang sangat berharga dalam hidupku.”

“Maka bila engkau menganggap perbuatanku telah menyakitimu, sungguh-sungguh aku meminta maaf. Dan janganlah engkau mengadukan aku kepada Rabbku karena cukuplah kesabaranmu melayaniku menjadi alasanku untuk ridha denganmu dan cukuplah sabarku atas masakanmu sebagai alasanmu untuk terus mencintaiku.”

Maka di dalam keluarga yang dilandaskan dengan ilmu dan akhlak mulia, selalu saja ada alasan untuk merekatkan keindahan amal walaupun dihadapkan dengan hajat yang tidak tersampai maksudnya, ataupun prasangka buruk disebabkan sesuatu hikmah yang belum tersibak kebenarannya. []


0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ide, Inspirasi dan Nasihat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger