Jumat, 24 April 2015

Akankah Indonesia Dijadikan Negara Yahudi, Naudzubillah !!


Asalamu'alaikum

Ada beberapa fakta yang akan disebutkan berikut  ini, menyangkut tentang lambang setan dalam mata uang rupiah Rp. 10.000. Entah apa yang di rencanakan Yahudi terhadap negara kita . Akan tetapi mata uang kita sedang di kuasai oleh Yahudi. kok bisa ?? Ini lah faktanya !! 

1. Siapkan uang Rp.10.000 yang bergambar Sultan Machmud Badarudin.


2. Lalu lipat uangnya dari atas ke depan


3. Lipat juga bagian bawah ke depan


4. Lalu kita putar 180 derajat uang yang sudah dilipat tadi. dan lihatlah !


Segitiga yang terbentuk pada hasil lipatan tadi persis seperti:


Dengan lambang tulisan yang bentuknya bundar dan muter-muter seperti membentuk "mata" Iluminati seperti pada uang Dollar Amerika. Kemudian jika kita teliti & terus cermati gambar yang ada di pinggir gambar segitiga "Illuminati" yang ada di uang Rp.10.000, Kita akan menemukan Dewa Matahari dalam mitologi Satanis. 

Apakah Mata Uang dinegara tercinta kita Indonesia ini sudah dibawah kekuasaan Kaum Zionis Satanis??

Entah siapa dalang di balik ini semua akan tetapi kita harus secepatnya menuntaskan kasus ini agar negara kita taidak di kuasai oleh kaum Zionis satanis.

[Inspirasi] Pelajaran Dari Si Burung Pipit

Ketika musim kemarau baru saja mulai, seekor burung pipit merasakan tubuhnya kepanasan. Lalu ia mengumpat kepada lingkungan yang tidak bersahabat dengannya, kemudian ia memutuskan untuk meninggalkan tempat yang sejak dulu menjadi habitatnya. Ia terbang ke utara, yang konon kabarnya disana udaranya selalu sejuk dan dingin. Ternyata benar, ia mulai merasakan sejuknya udara di utara. Makin ke utara, ia makin merasakan sejuknya udara disana. Ia semakin bersemangat memacu terbangnya lebih ke utara lagi.

 


Terbawa oleh nafsu, ia tidak sadar bahwa kepakan sayapnya telah tertempel oleh gumpalan salju. Makin lama makin tebal, dan akhirnya ia terjatuh ke tanah karena tubuhnya terbungkus oleh salju. Sampai ke tanah, salju yang menempel di tubuhnya justru semakin tebal 

hingga akhirnya si burung pipit tidak mampu berbuat apa-apa. Dia menyangka bahwa riwayatnya telah tamat pada saat itu, dan ia merintih sambil menyesali nasibnya.

Mendengar suara rintihan si burung pipit, ada seekor kerbau yang kebetulan melintas dan menghampirinya. Namun si pipit kecewa, mengapa yang datang hanya seekor kerbau. Ia pun menghardik si kerbau agar menjauh dan dalam hatinya mengatakan, makhluk yang tolol tidak akan berbuat sesuatu untuknya.
Si kerbau tidak banyak bicara. Ia hanya berdiri, lalu ia buang air kecil tepat di atas burung pipit tersebut. Si Pipit makin marah dan memaki-maki si kerbau. Namun, si kerbau tetap diam tanpa bicara sepatah kata. Ia pun maju selangkah, dan membuang kotorannya tepat di atas tubuh si Pipit. Dan seketika, Pipit tidak dapat bicara karena telah tertutup kotoran kerbau, dan si burung pipit mengira dia akan mati karena tidak bisa bernafas.

Namun perlahan-lahan, ia merasakan kehangatan. Salju yang menempel pada bulu-bulunya, perlahan-lahan meleleh oleh hangatnya kotoran kerbau tadi. Kemudian ia dapat bernafas lega dan dapat melihat kembali langit yang cerah.

Si Pipit berteriak kegirangan, bernyanyi keras sepuas-puasnya. Karena mendengar suara nyanyian si burung pipit, ada seekor kucing yang mencari dan menghampiri sumber suara tersebut. Ia mengulurkan tangannya, mengais tubuh si burung pipit, kemudian menimang-nimangnya, menjilati tubuhnya, mengelus, dan membersihkan sisa-sisa salju yang masih menempel pada bulu-bulu si burung pipit.

Setelah bulunya bersih, si burung pipit bernyanyi dan menari kegirangan. Ia mengira, telah mendapatkan teman yang baik dan baik hati.

Tapi, apa yang terjadi kemudian. Seketika itu juga, dunia terasa begitu gelap baginya. Dan, tamatlah riwayat si burung pipit saat itu.

Dalam kehidupan, tidak semuanya yang nampak baik itu baik, jahat itu jahat. Namun bisa saja berbalik meskipun terlihat elok, karena halaman tetangga yang nampak hijau belum tentu cocok buat kita. Dan yang terpenting, baik buruknya penampilan, jangan digunakan sebagai satu-satunya tolak ukur. Serta ketika kita baru saja mendapatkan kenikmatan, jangan sampai lupa serta keburu nafsu, agar kita tidak melupakan apa yang seharusnya dilakukan selanjutnya.

[Pengetahuan] Inilah Rahasia Api Berwarna-warni dan Bertingkat-Tingkat

Yang tak kalah menarik, kelak di akhirat, api saling melaporkan diri di hadapan Allah Subhanallah atas tugas mereka membakar manusia.

Inilah Rahasia Api Berwarna-warni dan Bertingkat-Tingkat
ilistrasi

API tak lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Meski dianggap berbahaya, api ternyata memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Tanpa keterlibatan api, sebagian manusia tidak bisa menghasilkan makanan yang bisa dinikmati setiap hari. Sebab sebagian manusia masih tergantung dengan kompor gas.

Seperti diketahui, api adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) yang terbentuk dari tiga unsur; panas, udara dan bahan bakar yang menimbulkan panas dan cahaya.

Elemen pendukung terjadinya kebakaran  adalah panas, bahan bakar dan oksigen. Meski ada tiga elemen tersebut peristiwa kebakaran belum terjadi. Sebab proses pembakaran diperlukan komponen keempat, yaitu rantai reaksi kimia (chemical chain reaction).

Nah, menyangkut masalah api, ada peristiwa menarik dan menakjubkan di dalamnya. Sebab, ternyata jika diperhatikan, warna api sangat berbeda-beda. Kadang api memancarkan warna biru, kadang  oranye kekuningan atau merah.

Nah, mengapa api bisa berbeda-beda warnanya?

Warna api sangat dipengaruhi oleh elektron-elektron dalam api yang selalu berpindah-pindah.  Setiap unsur mempunyai spektrum emisi tertentu dan bila tersorot api, maka akan memancarkan radiasi elektromagnetik yang akan menghasilkan pancaran api dengan warna-warna tertentu.

Secara teori, api terjadi dari reaksi pembakaran senyawa yang mengandung oksigen (O2). Jika suatu reaksi pembakaran kekurangan oksigen, maka efisiensi pembakaran berkurang dan menghasilkan suatu senyawa karbon seperti asap (jelaga). Contohnya, lilin akan mati karena jika ditutup dengan gelas. Sebab ia  kekurangan oksigen. Faktor yang mempengaruhi warna nyala api adalah faktor fisika (suhu) dan faktor kimia (zat yang megalami reaksi).

Pada pembakaran sodium akan menghasilkan apri berwarna oranye, pembakaran stronsium klorida mengahasilkan warna merah,  pembakaran kalium nitrat menghasilkan warna ungu, pembakaran boron menghasilkan warna hijau, pembakaran tembaga menghasilkan warna biru, dan sebagainya.

Api yang berwarna merah umumnya bersuhu di bawah 1000 derajat celsius. Api berwarga biru, bersuhu lebih tinggi dari api merah, tapi masih di bawah 2000 derajat celcius. Kemudian api yang lebih panas, api putih yang bersuhu di atas 2000 derajat celcius. Api ini juga yang terdapat di dalam inti matahari. Api putih juga digunakan pada industri yang memproduksi material besi dan sejenisnya. Api paling panas adalah api berwarna hitam (kabarnya jenis api ini hanya terdapat di neraka, wallahu ‘alam).

Begitulah mengapa api bisa berwarna-warni. Metode seperti ini juga yang digunakan dalam teknologi pembuatan kembang api yang bisa memancarkan api berwarna-warni nan indah. Sebab ia  merupakan proses campuran berbagai macam unsur kimia. Ia akan bereaksi warna-warni jika terjadi reaksi pembakaran.

Sudah Disebut Al-Quran dan Hadits 

Ketika para ilmuwan mempelajari api dan hubungan antara temperatur dan mereka menemukan bahwa warna api adalah merah, kemudian jika ditinggikan suhunya maka warna api akan menjadi putih dan jika dinaikkan lagi suhunya maka warna api akan berubah menjadi hitam dan fenomena ini disebut oleh para ulama radiasi benda hitam, dan yang menakjubkan lagi adalah Nabi saw telah menyebutkan fenomena ini, adanya perubahan  warna api! 

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:

أُوقِدَ عَلَى النَّارِ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى احْمَرَّتْ ثُمَّ أُوقِدَ عَلَيْهَا أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى ابْيَضَّتْ ثُمَّ أُوقِدَ عَلَيْهَا أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى اسْوَدَّتْ فَهِيَ سَوْدَاءُ مُظْلِمَةٌ

“Api dinaikkan suhunya selama seribu tahun sampai berubah menjadi merah, lalu dinaikkan lagi selama seribu tahun hingga berubah menjadi putih, kemudian dinaikkan lagi selama seribu tahun sampai menghitam, dan itulah yang disebut dengan hitam legam.”(At-Tirmidzi).

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhu beliau berkata, “Rasulullah shallallaahu alaihi wa salam bersabda, “Api kalian, yang dinyalakan oleh anak Adam, hanyalah satu dari 70 bagian nyala api Jahannam. Para shahabat kemudian mengatakan, ‘Demi Allah! Jika sepanas ini saja niscaya sudah cukup wahai Rasulullah! Rasulullah menjawab, ‘Sesungguhnya masih ada 69 bagian lagi, masing-masingnya semisal dengan nyala api ini’.” [Muttafaqun Ilaihi]

ApiNeraka Lagi1

Dalam Al-Quran, Allah bahkan telah menyebut tingkatan-tingkatan pada api.

لَهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِنَ النَّارِ وَمِنْ تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ ذَلِكَ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِ عِبَادَهُ يَا عِبَادِ فَاتَّقُونِ

“Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah merekapun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku Hai hamba-hamba-Ku.” [QS:  Az-Zumar:16]

Yang tak kalah menarik, kelak di akhirat, api saling melaporkan diri di hadapan Allah Subhanallah atas tugas mereka membakar manusia.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اِشْتَكَتِ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا فَقَالَتْ: رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا, فَإِذَنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِى الشِّتَاءِ وَنَفَسٍ فِى الصَّيْفِ, فَأَشَدُّ مَا تَجِدُوْنَ فِى الْحَرِّ, وَأَشَدُّ مَا تَجِدُوْنَ مِنَ الزَّمْهَرِيْرِ. متفق عليه

“Api neraka mengadu kepada Rabb-nya, ia berkata: “Ya Rabb, sebagian kami memakan sebagian yang lain. Maka Dia memberikan izin kepadanya dengan dua napas, satu napas di musim dingin dan satu napas di musim panas, maka panas yang sangat kuat yang kami dapatkan, dan dingin yang sangat kuat yang kamu temukan.”  [HR: Bukhari].

Maha benar Allah yang telah menurunkan Islam dan menjadikan Rasulullah Muhammad sebagai utusan yang terbaik.*

Kamis, 23 April 2015

[Kisah Nyata] 15 Tahun Suami Koma, Istri Sholehah Tetap Setia

Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata :Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami.



Ilustrasi. (Foto : favim.com) 
Ilustrasi. (Foto : favim.com)


Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun…

Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma. Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ otaknya telah rusak. 

Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia. Dan semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa’) tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya…

Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali. Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya. Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati. Akan tetapi aku menolaknya, benar-benar aku menolak anjuran tersebut.

Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki.

Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku. Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur’an padahal umurnya kurang dari 10 tahun. Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya. Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu.

Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam padahal sejak umurnya belum 7 tahun. Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga kakeknya rahimahullah.

Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya.

Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku berkata kepadaku : Ummi biarkanlah aku malam ini tidur bersama ayahku…

Setelah keraguan menyelimutiku akhirnya akupun mengizinkannya.

Putriku bercerita :

Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur. Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-.

Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih di tempat sholatku. Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku, “Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??, bagaimana engkau tidur sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini??”

Akupun bangun…seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan…lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-. Aku berkata dalam do’aku, “Yaa Robku, Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup)…Yaa ‘Adziim (Yang Maha Agung).., 

Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…, Yaa Kabiir (Yang Maha Besar)…, Yaa Mut’aal (Yang Maha Tinggi)…, 

Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…, Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang)…, ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya…Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…

Ya Allah…sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh…Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…”
Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh.

Tiba-tiba ada suara lirih menyeru.., “Siapa engkau?, apa yang kau lakukan di sini?”. Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun. Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku…

Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia…, sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar. Ia barkata, “Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada Allah….), engkau tidak halal bagiku…!”. Maka aku berkata kepadanya, “Aku ini putrimu Asmaa'”. Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar untuk segera mengabarkan para dokter. Merekapun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi merekapun keheranan.

Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- : “Subhaanallahu…”. Dokter yang lain dari Mesir berkata, “Maha suci Allah Yang telah menghidupkan kembali tulang belulang yang telah kering…”. Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya. Iapun menangis…dan berkata, اللهُ خُيْرًا حًافِظًا وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh…, demi Allah tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan aku berniat untuk berhenti melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat duha atau tidak..??

Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa’ akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana biasnya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun. Lalu setelah itu kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua. Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…, Yang telah menjaga putrinya…, Yang telah memberi taufiq kepadaku dan menganugerahkan keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku…meskipun ia dalam keadaan koma…

Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do’a…, sesungguhnya tidak ada yang menolak qodoo’ kecuali do’a…barang siapa yang menjaga syari’at Allah maka Allah akan menjaganya.
Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua… dan hendaknya kita ingat bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan segala sesuatu…di tanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur…

Ini adalah kisahku sebagai ‘ibroh (pelajaran), semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup, dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup…
Maka ketuklah pintu langit dengan do’a, dan yakinlah dengan pengabulan Allah….
Demikianlah….Alhamdulillahi Robbil ‘Aaalamiin (SELESAI…)

          Janganlah pernah putus asa…jika Tuhanmu adalah Allah…
          Cukup ketuklah pintunya dengan doamu yang tulus…
          Hiaslah do’amu dengan berhusnudzon kepada Allah Yang Maha Suci
          Lalu yakinlah dengan pertolongan yang dekat dariNya…

(sumber : http://www.muslm.org/vb/archive/index.php/t-416953.html , Diterjemahkan oleh Firanda Andirja)

[Renungan] Nasihat teruntuk Akhwat Muslimah yang memajang Foto di FB...!!!


Wahai para suami, jujurlah pada diri kalian..
Ridhokah kalian jika istri (atau istri-istri) kalian dipandang secara bebas oleh para pria?
Wahai para pemuda, jujurlah juga pada diri kalian..
ridhokah kalian jika calon istri kalian, telah terlebih dahulu wajah cantiknya dilihat dan dinikmati dengan bebasnya oleh orang-orang sebelummu?

===================*********===============

Yaa akhwati fillah, hendaklah kalian berpikir dua kali untuk memajang foto kalian, baik itu di blog kalian, website kalian, facebook kalian atau semacamnya. Ketahuilah, wajah kalian, meskipun bukan termasuk aurat, merupakan sumber fitnah yang bisa menggoda lelaki kapansaja! Maukah kalian menjadi sumber fitnah bagi kaum pria?! Maukah paras elokmu dengan bebasnya dipandang dan dinikmati oleh mata-mata khinat!? Pikirkanlah!


Permasalahannya, bukan haram tidaknya foto makhluk bernyawa (yang masih terjadi perselisihan antara ulama, dan kita masing-masing memiliki pendirian terhadap hal ini), tapi permasalahannya yaitu, FITNAH yang dapat ditimbulkan disebabkan foto kalian yang menyebabkan orang tertipu daya dengan rayuan syaithon sehingga menyebabkan dosa bagi mereka dengan memandangmu dengan syahwat.

Jika memang Alloh menganugerahkan dirimu paras yang cantik.. maka syukurilah dengan menjaganya untuk tidak seenaknya dipandang oleh mata-mata pria.. jagalah perhiasan itu untuk suamimu kelak, yang membuatmu lebih suci dimatanya..

Wahai para suami, jujurlah pada diri kalian..
Ridhokah kalian jika istri (atau istri-istri) kalian dipandang secara bebas oleh para pria?
Wahai para pemuda, jujurlah juga pada diri kalian..
ridhokah kalian jika calon istri kalian, telah terlebih dahulu wajah cantiknya dilihat dan dinikmati dengan bebasnya oleh orang-orang sebelummu?

 
silahkan berpikir dengan hati yang jernih??? <Sumber>

Memasang foto wanita di Sosial Media

Asalamualaikum ustadz, saya mau tanya apa benar sebagai seorang wanita muslimah tidak boleh memasang foto profil ataupun mengupload foto ke dalam media sosial misalnya facebook dan twitter kalau tidak boleh alasannya apa ustadz ??
Jajakumullah...

Jawab :
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Seorang wanita tidak boleh menampakkan auratnya di socila media atau menampakkan bagian badannya yang membuat orang terfitnah. Karena:

Pertama:
Media Social seperti facebook atau twitter dll adalah situs umum yang bercampur didalamnya laki-laki dan perempuan. Ketika seorang perempuan meletakkan fotonya di situs social maka kala itu ia telah menentang perintah Allah ta’ala untuk menutup jasad dari lawan jenis,

Allah ta’ala berfirman mengenai adab terhadap istri-istri Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ (الأحزاب:٥٣

Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), Maka mintalah DARI BELAKANG TABIR. cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.

Ayat ini berkenaan dengan isti Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang notabene hati mereka lebih baik dari hati wanita sekarang, jadi muslimat zaman sekarang seharusnya lebih menutup jasad diri dalam muamalah dengan lawan jenis karena hati mereka lebih mudah untuk terkena fitnah dan dengan badan yang lawan jenis tidak akan mudah terfitnah.

Kedua:
Meletakkan foto perempuan di Social Media adalah membuka pintu fitnah bagi si wanita dan orang yang menyaksikannya. Betapa sering kita mendengar cerita tentang wanita baik-baik yang jatuh ke dalam perangkap orang jahat yang tidak takut kepada Allah ta'ala, dan cerita ini dimulai dari foto yang terpampang di Facebook.

Di sisi lain kadang foto wanita yang terpampang di Facebook (secara khusus) dicopy untuk kemudian dimodifikasi sedemikian rupa sehingga wajah wanita baik-baik ternyata ditempelkan di badan wanita yang tidak baik.

Tulisan ini sebagian besar diambil dari situs Tanya jawab islam berbahasa arab: http://islamqa.info/ar/ref/165186

وصلى الله علي نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Oleh : Redaksi salamdakwah.com

____________^^^^^__________
Memasang foto yang menutup aurat di sosial media

Asalamualaikum, ustadz saya mau memperjelas jawaban dari ustadz http://www.salamdakwah.com/baca-pertanyaan/memasang-foto-di-sosial-media.html bagaimana kalau foto yang dipasang menutp aurat ? mohon sekali penjelasannya ustadz karena saya takut berada dalam jalur yang salah, jazakumullah ustadz

Jawab :
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Ulama' berbeda pendapat mengenai aurat wanita, ada yang berpendapat bahwa seluruh badan wanita adalah aurat sehingga makna menutup aurat adalah menutup seluruh badannya termasuk wajah dan telapak tangannya. Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 1/719, Riasah Idarah Al-Buhuts Al-Ilmiyyah Wa Al-Ifta'

Ada juga yang berpendapat bahwa seluruh badan wanita adalah Aurat kecuali muka dan telapak tangannya lihat kitab Jilbab Al-Mar'ah Al-Muslimah oleh Al-Albani

Jika yang dimaksud penanya dengan menutup Aurat adalah menutup seluruh badannya, kemudian difoto dan diletakkan di sosial media maka hukumnya adalah tidak apa-apa. Akan tetapi perlu ditanyakan kembali: apa faedahnya menaruh gambar kain hitam yang menjulur dari atas ke bawah, karena yang terlihat di foto adalah seperti kain hitam yang menjulur.

Apabila yang dimaksud penanya adalah menutup seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangannya maka perlu diketahui bahwa wajah wanita memiliki daya tarik yang sangat kuat terhadap laki-laki, sehingga meski seluruh badannya tertutup dengan baik akan tetapi jika wajahnya dibuka dan dipampang di depan pengunjung akun maka itu bisa memasukkan fitnah ke hati orang yang melihatnya, karena orang yang menyaksikan foto itu bisa terfitnah maka tidak dibolehkan memampang foto wajah itu di halaman situs yang bisa diakses banyak orang.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Oleh : Redaksi salamdakwah.com

Istri yang Jerumuskan Suaminya ke Dalam Dosa

Ada sebagian orang yang berpikir bahwa sifat cemburu hanyalah milik seorang suami. Padahal dalam berumah tangga, sifat itu harus dimiliki oleh sepasang suami-istri, kemudian sifat itu harus diterjemahkan dalam sikap yang tepat; sesuai kadar, tidak kurang ataupun lebih.

Ilustrasi. (Foto : cbsnews.com) 
Ilustrasi. (Foto : cbsnews.com)

 
Tiadanya sifat cemburu yang diterjemahkan dalam sikap bisa berakibat fatal dalam rumah tangga seseorang. Seorang suami yang sedikit atau kurang rasa cemburunya, bisa menjadi sebab terjerumusnya istri dalam pergaulan tanpa batas yang muara akhirnya adalah dosa dan neraka.
 
Begitu juga bagi seorang istri. Andai ia tak memiliki sifat cemburu, maka ia-sengaja atau tidak-telah melakukan pembiaran terhadap suaminya yang mulai mengenali dosa, tertarik dan kemudian hobi melakukan maksiat. Na’udzubillah.
 
Ironisnya, di zaman yang katanya serba canggih ini, padahal sebenarnya jahiliyah, seorang istri kurang respek, bahkan cenderung mendukung suaminya hingga masuk ke dalam perangkap maksiat.
Bentuknya, bisa jadi amat sederhana, bahkan-sekali lagi-tak disadari.
 
Misalnya seorang istri yang memiliki hobi mendengarkan musik dan video lagu dangdut dengan penyanyi yang mengumbar aurat. Bukan hanya dengan pakaian yang tak pantas dan ala kadarnya, para penyanyinya juga berjoget erotis sehingga bangkitkan syahwat penontonnya.
 
Mulanya, barangkali sang istri hanya ingin mengenalkan apa yang ia sukai kepada suaminya. Namun, sejatinya hal ini adalah awal timbulnya petaka di keluarga itu.
 
Sebab sering memutar lagu yang liriknya pun tak mengandung kebaikan, ditambah dengan pakaian dan goyangan pengundang nafsu setan, akhirnya sang suami merasa biasa, menikmati, dan akhirnya ketagihan.
Lantaran ketagihan inilah, sang suami jadi membandingkan apa yang dimiliki oleh istrinya dengan apa yang ia saksikan di layar kaca. Sang suami pun semakin terjerumus dengan mengumbar pandangan, mulai mencari objek lain yang tak terhalang lensa.
 
Dalam tahap ini, ketika nafsu jahat telah merasuki pikiran dan hatinya, barulah sang istri menyadari kesalahannya; bahwa dialah yang awalnya menjadi musabab.
 
Itu hanyalah satu contoh, dan bentuk lainnya amat banyak. Misalnya, tak memberi nasihat kepada suami saat ia tak tundukkan pandangan, sering mengajak suami ke tempat perbelanjaan yang banyak didapati wanita berpakaian terbuka, hingga saat suami sibuk dengan gadget dengan dalih cuci mata, padahal sebenarnya telah mengotori mata, pikiran dan hatinya.
 
Maka, para istri seharusnya menjadi orang pertama yang mengingatkan suaminya; agar ia menjaga pandangan dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Sumber

[Kisah Nyata] Subhanallah! Kisah Perjuangan Lulusan Pastor Terbaik Vatikan Jadi Hafidz Qur'an

Awalnya beliau mempelajari islam dan membuka Al-qur'an tujuannya utk menyerang Islam... Surat pertama kali yang beliau buka adalah surat An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, Pernah ketika masih pastor didalam perpustakaan vatikan beliau membuka Al-quran dari arah yang salah, ketika itu Uskup Agung Alonso menegur beliau: you do the wrong with the open qur'an you should be right to left (Uskup Agung Alonso yang kafir itu hafidz 7 juz Al-qur'an)


Kemudian beliau menemukan dalam Al-Qur’an (QS. An-Nisa:1) manusia di panggil dengan :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

(Wahai manusia....)

Romo Christian (sekarang ustadz Bangun Samudra) makin cinta al-qur'an ketika mengetahui اَللّهُّ memanggil manusia seperti ini.

Panggilan kepada manusia untuk membawa kepada keselamatan bagi hamba yang memenuhi dan mentaatinya, juga in syaa Allah membawa kepada kehancuran bagi hamba yang membangkang dan mengingkarinya.

Berbeda dalam Alkitab manusia dipanggil dengan:

"wahai anak – anak domba yang sesat" (manusia disamakan dengan hewan)
bahkan Yesus yang "katanya" tuhan disamakan dengan anak domba:

Sebab anak domba Paskah kita juga telah “disembelih”, yaitu Kristus. 1 Kor 5:7
* sebenarnya di sembelih apa disalib sih? Ini kebohongan paulus.

Kebenaran suatu agama adalah kemurnian kitab sucinya (firman Tuhan) sudah seharusnya tidak kontradiksi dan disampaikan menggunakan bahasa yang efektif membuahkan efek atau hasil karena serasi dengan peristiwa atau keadaan yang terjadi sehingga tercapai maksud dan tujuannya yang memenuhi persyaratan dengan baik, jelas dan benar.

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

"Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan pada nya dan petunjuk bagi orang yang bertaqwa."

Saya lampirkan foto ustadz Bangun Samudra (sewaktu kafir bernama Romo/Pastor Christian) murid dari ayahanda dan kakak kelas dari saudara kita Ardiyanto Tedjo Baskoro Bremi (mualaf) di SMA Santa Maria, Surabaya. Sekolah Pastor Tingkat Menengah Santo Vincentius, Surabaya. Sekolah Tinggi Pastor Santo Giovanni, Surabaya.

Beliau mantan Pastor lulusan terbaik di Vatikan, beliau menyelesaikannya dalam 1,5 tahun dengan IPK 4.00 (Cum Laude) dari Saint Peters Vatikan, Roma. (harusnya kuliah disana ditempuh minimal dalam 3 tahun)

Beliau seorang ahli Alkitab/Injil, Hafidz Al-Qur'an dan hafal Al-Hadits dengan membaca, mendalami dan mempelajari 14 kitab hadits.

Beliau berkata: kalau saya tidak mendapat hidayah Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan tetap menjadi pastor, maka saya :
1. Amalan saya sia-sia, mati masuk neraka di dunia tak punya apa-apa (QS. Ibrahim:18)
2. Menjadi penghuni neraka (QS. Al-Baqarah:257)
3. Dan takkan masuk surga jika tidak beriman (QS. At - Taubah:111)

Alhamdulillah, beliau selama kafir tidak pernah sekalipun mengkristenkan orang, sudah mengislamkan kakaknya yang bernama Albertus bersama istri (Bernaded) dan anak anaknya. Juga adik beliau Dhorotea pun juga sudah menjadi islam. Serta pada akhirnya beliau mampu mengislamkan kedua orang tua nya (dengan cara yg baik, santun dan kasih sayang seperti dalam surat Al-Isra').
Semoga dapat kita ambil ibrohnya..

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap AKALmu. Lukas 10:27

Tidakkah engkau berfikir (gunakan akalmu)? hubungi: www.mualaf.com/pembinamualaf

Sungguh, tidak ada harapan yang lebih baik daripada disayangi Allah, dicintai Allah dan mendapat naungan dihari tidak ada naungan selain naungan Allah Azza wa Jalla.

"Barangsiapa mencari agama, selain daripada agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi."(QS : Al-Imran: 85)
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com
.